
“Mau saya tabok rasanya, ketika kau enteng berdusta soal dana gempa hingga esemka, mau saya tabok rasanya ketika kau seenaknya naikkan harga menyusahkan jutaan rumah tangga,” demikian petikan sajak Fadli yang di-posting di akun Twitter-nya, @fadlizon.
Kalimat-kalimat dalam sajak Waketum Partai Gerindra itu berisikan kritik kepada pemerintah. Tampaknya sajak Fadli ini dimaksudkan untuk menyindir Jokowi.
Sebelumnya, saat membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah kepada warga, Jokowi menceritakan soal dirinya yang sering dituduh sebagai PKI.
Ia pun menunjukkan kegeramannya kepada penyebar isu bohong tersebut.
“Coba di medsos, itu adalah DN Aidit pidato tahun 1955. La kok saya ada di bawahnya? Lahir saja belum, astagfirullah, lahir saja belum, tapi sudah dipasang. Saya lihat di gambar kok ya persis saya. Ini yang kadang-kadang, haduh, mau saya tabok, orangnya di mana, saya cari betul,” kata Jokowi saat membagikan sertifikat tanah di Lampung Tengah, Lampung, Jumat kemarin.
“Saya ini sudah 4 tahun diginiin. Ya Allah, sabar, sabar, tapi saya sudah bicara karena ada 6 persen yang percaya berita ini. Enam persen itu 9 juta (penduduk) lebih lo. La kok percaya?” tambahnya.
Berikut ini bunyi sajak Fadli Zon:
Mau Saya Tabok Rasanya
Mau saya tabok rasanya
ketika kau enteng berdusta
soal dana gempa hingga esemka
Mau saya tabok rasanya
ketika kau seenaknya naikkan harga
menyusahkan jutaan rumah tangga
Mau saya tabok rasanya
ketika kau impor beras dan gula
petani hancur panen derita
Kini kau gadai lagi negara
ekonomi makin liar liberal buta
asing caplok semua bidang usaha
Mau saya tabok rasanya
agar kau lihat realita
bukan fatamorgana
Fadli Zon, Perjalanan Jakarta-Balikpapan, 24 Nopember 2018
SUMBER : jurnalindonesia.co.id








Tidak ada komentar:
Posting Komentar