Evan Dimas: Sebenernya Indonesia Bisa Kalahkan Thailand, tapi ...
Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menegaskan jika Joko Widodo (Jokowi) adalah Presiden pertama yang memperhatikan industri kreatif. Presiden Jokowi disebutnya sebagai Presiden pertama yang membuat terobosan industri di Indonesia.
"Beliau yang pertama kali melakukan terobosan industri kreatif di Indonesia," kata Erick Thohir kepada wartawan di Epiwalk, Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2018).
Indonesia sempat bermain bagus di awal laga melawan Thailand tapi akhirnya kalah 2-4. Gelandang Evan Dimas meyakini sebenarnya Indonesia bisa menang.
Indonesia sempat membuat ribuan pendukung Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11/2018) terhenyak di laga ketiga Grup B Piala AFF 2018. Gol Zulfiandi membuat tuan rumah terdiam pada menit ke-29.
Hingga gol tersebut, Indonesia bisa bermain apik. Lini belakang rapi, sementara dua sayapnya, Andik Vermansah dan Riko Simanjuntak, benar-benar merepotkan pertahanan Thailand.
Namun Thailand bisa meresponsnya. Tak sampai 10 menit usai gol Zulfiandi, Thailand menyamakan skor berkat Korrakot Wiriya-Udomsiri yang mencetak gol lewat tendangan sepak pojok.
Situasi menjadi sulit bagi Indonesia usai Andik mengalami cedera dan digantikan Febri Hariyadi di menit ke-42. Di masa injury time babak pertama, Thailand akhirnya membalikkan skor menjadi 2-1, lewat gol Pansa Hemviboon.
Di babak kedua, Thailand melesakkan dua gol lagi lewat Adisak Kraisorn dan Pokkhao Anan. Indonesia sendiri cuma bisa membalas lagi lewat gol Fachruddin, yang tak mampu menyelamatkan tim dari kekalahan 2-4.
Usai laga, Evan Dimas mengaku Indonesia bisa saja mengalahkan Thailand. Ia menilai kekalahan ini bukan rezekinya skuat Garuda.
"Ya sebenernya kami juga bisa ya mengalahkan Thailand tapi belum rezeki saja," katanya singkat kepada pewarta.
Kekalahan dari Thailand membuat kans Indonesia ke semifinal kian sulit. Evan Dimas mengaku bakal mati-matian di laga terakhir melawan Filipina, 25 November 2018, agar bisa lolos.
"Ya kami tetap fight-lah terakhir lawan Filipina. Kami akan mati-matian. Meski peluangnya kecil, apapun bisa terjadi. Jadi kami harus menang lawan Filipina," tambahnya.
SUMBER : detik.com









Tidak ada komentar:
Posting Komentar