Sebar Hoaks Lagi, Prabowo : Satu Orang Bisa Nyoblos 32 Kali
Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan sebenarnya ingin pensiun dari dunia politik. Namun niatan tersebut urung, karena dirinya melihat masih banyak terjadi kesenjangan sosial dan ekonomi, terlebih rakyat miskin di Indonesia saat ini terus bertambah.
Menurutnya, sebagai mantan prajurit yang pernah ikut berperang dalam menjaga keutuhan NKRI, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku tak rela jika rakyat Indonesia masih belum sejahtera.
"Saya mantan prajurit, saya berjuang di depan, saya tidak rela melihat rakyat masih susah. Ingat kita berjuang untuk anak cucu kita, kita berjuang untuk masa depan bangsa," kata Prabowo dalam acara 'Prabowo Menyapa' di Graha Intan Balarea, Garut, Sabtu (17/11/2018).
Dikatakannya, seringkali ungkapan dari tekad kuat dan ketegasan yang ia miliki, dia sering dituduh mudah marah-marah di depan publik.
"Nanti prabowo kalau tegas dibilang marah-marah. Politik dibikin santai dan sejuk. Jangan dibilang suara keras marah-marah dari sononya suara sudah keras. Kalau tentara harus tegas, masak komando pasukan lemah gemulai," tegasnya.
Untuk memenangkan Pilpres 2019 mendatang, Prabowo pun menyerukan kepada seluruh pendukungnya untuk menjaga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pasalnya kata dia, banyak pemilih yang gaib berseliweran dan bisa masuk mencoblos.
"Yang penting kita harus kerja keras dan jaga suara, karena kebiasan orang-orang kita suara juga dicolong. Ada satu orang nyoblos 32 kali," tandasnya.
Prabowo seperti tak pernah punya cara lain untuk jatuhkan dan kalahkan Jokowi, serangan bertubi-tubi yang ia gencarkan terhadap Jokowi kerap kali hanya jadi ujaran kebencian dan fitnah semata yang tak pernah bisa dibuktikan oleh data dan fakta yang valid dan kredibel.
Dimana disetiap kampanyenya Prabowo dan Sandiaga tak pernah mampu lempar isu dan gagasan cerdas, hanya nyinyiran dan ujaran kebencian yang berujung fitnah yang jahat.
Kita tahu sepanjang masa kampanyenya Prabowo - Sandiaga mencoba bermain diarea kampanye negatif, mereka merasa area ini paling asyik dimainkan karena hanya cari-cari dosa dan kesalahan lawan, namun sialnya kerap kali apa yang sampaikan justru berbalik pukul dan gebuk mereka sendiri, Megawati mungkin benar dengan mengatakan kasihan pada Prabowo karena dikelilingi oleh orang-orang jahat dan tidak baik.
Kali inipun Prabowo kembali ngawur dalam berucap, pidatonya yang berapi-api yang mirip orasi demo buruh itu dengan gampang dan entengnya tuding sana sini dan tuduh sana sini, Prabowo menginstruksikan pengikutnya untuk waspada dan mengawasi TPS pada pilpres mendatang karena banyak orang curang dan bahkan ada satu orang nyoblos 32 kali.
Pernyataan Prabowo ini bakal jadi blunder baru, sebagai capres ia seharusnya bisa sebarkan isu-isu positif yang membawa aura dan atmosfir posisi ketengah masyarakat dan bukannya isu negatif yang datangkan kengerian dan ketakutan ditengah masyarakat, apalagi bila apa yang disampaikan itu bukanlah berita benar dan hanya sekedar opini dan asumsi, bisa jadi Prabowo akan terseret kasus pencemaran nama baik, fitnah atau hoaks.
Dalam pernyataannya kali inipun ia bisa kita seret dan masukan kategori penyebaran berita bohong atau hoaks, sebab pernyataannya soal satu orang nyoblos 32 kali itu pasti tak dapat dibuktikan, mana mungkin satu orang bisa nyoblos 32 kali, itu statement yang sembarangan dan serampangan.
Sebagai capres Prabowo seharusnya menyampaikan kebaikan dan kebenaran dan bukan malah sebaliknya, sebab ujaran atau pernyataan yang ia sampaikan ini bisa timbulkan kegaduhan dan konflik horizontal ditengah masyarakat, pernyataan Prabowo dapat memecah belah rakyat dan bangsa ini.
Sebagai seorang capres harusnya Prabowo tak sembarangan bicara karena hal ini bakal jadi bumerang balik bagi dirinya sendiri, Prabow akan dapat citra dan kesan tak baik bila selalu sampaikan ujaran-ujaran tak baik, ia akan selalu dapat gambaran dan citra negatif bagi dirinya sendiri karena hal-hal negatif yang selama ini ia bangun dalam kampanyenya.
Soal tudingan satu orang bisa nyoblos 32 kali harus bisa diungkap dan dibuktikan oleh Prabowo karena memang belum pernah ada, entah karena memang tak pernah ada atau memang belum terungkap jadi soal satu orang bisa nyoblos 32 kali ini harus bisa Prabowo ungkap dan buktikan.
Apa yang disampaikan oleh Prabowo jelas tak mungkin dan tak masuk akal, karena ada filter dan tahapan ketat untuk seseorang bisa nyoblos di TPS, ada data diri yang diperiksa secara ketat, apalagi saat ini E-KTP sudah hampir dimiliki semua orang jadi data dirinya sudah tak mungkin lolos lebih dari satu kali.
Selain itu tiap selesai nyoblos jari kita selalu dicelup tinta yang kuat dan sulit dihapus, andai ia bisa sembunyikan jari hitamnya yang habis dicelup tinta tetapi maksimal jarinya hanya ada 10, lantas yang 22 lagi mau pakai jari siapa, jangan asal kalau bicara.
Prabowo tak boleh asal bicara dan sembarangan bicara, sebab bila hal ini tak terbukti dan tak dapat dibuktikan maka Prabowo dapat dilaporkan sebagai penyebar berita bohong atau hoaks dan UU ITE karena menyebarkan didepan umum dihadapan media, Prabowo bakal jadi capres yang mendekam didalam penjara dan akhirnya hanya kampanye didalam penjara.
SUMBER : detik.com









Tidak ada komentar:
Posting Komentar