Popularitas Habib Rizieq Menurun, FPI Anggap LSI Survei Bayaran
Pendapat yang sama juga diutarakan oleh juru bicara FPI Slamet Ma’arif. Menurutnya, Habib Rizieq tetaplah menjadi ulama yang berpengaruh di Indonesia. FPI akan tetap solid dan kuat.
“Nggak heran kalau LSI yang survei. Pengaruh menurun kok ditakuti kalau pulang ke Indonesia,” katanya.
Survei LSI yang membahas Habib Rizieq merujuk pada pertanyaan ke responden, ‘apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau melihat nama di bawah ini?’, ‘apakah Bapak/Ibu suka atau tidak terhadap tokoh ini?’, ‘apakah Bapak mengikuti imbauan tokoh ini?’.
Survei dengan tema “Ulama dan Efek Elektoralnya” ini dilakukan pada 10 sampai 19 Oktober lalu. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini kurang-lebih 2,8 persen.
Baca Juga: Curiga Dijebak, FPI Serukan Pemulangan Habib Rizieq
Hasil persentase tersebut menunjukkan, perbandingan pada 2016 dan 2018, tingkat pengaruh terhadap kesukaan dan imbauan Habib Rizieq mengalami perosotan.
“Jadi kemerosotan ini karena beberapa hal, yaitu sudah tidak lagi di Indonesia dan mungkin dicitrakan bermasalah secara hukum, kemudian memiliki resistensi kepada beberapa kelompok tertentu,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama M di Kantor LSI Jakarta, Rabu (14/11/2018).
Berikut hasil survei LSI tentang pengaruh Habib Rizieq Syihab:
Tingkat pengenalan Habib Rizieq:
Desember 2016: 48,7%
Oktober 2018: 53,4%
Tingkat kesukaan terhadap Habib Rizieq:
Desember 2016: 67,3%
Oktober 2018: 52,9%
Mengikuti imbauan Habib Rizieq:
Desember 2016: 31,4%
Oktober 2018: 17,0%.
SUMBER : jurnalindonesia.co.id









Tidak ada komentar:
Posting Komentar